Thursday, December 4, 2014

Wirausahawan Sukses Bidang Perikanan

Wirausaha Sukses Bidang Perikanan - Amran Saragih merupakan seorang pebisnis sukses di dunia perikanan, berawal dari penjual ikan eceran kini ia menjadi pengusaha ikan untuk partai besar. Hal ini menjadi bukti bahwa berbisnis ikan ternyata sangat menguntungkan. Dulu Amran memang sering membantu orangtuanya berjualan kelontong di kampung halamannya di Haranggaol, Simalungun. Saat itu dia sering disuruh orang tuanya untuk membeli ikan. Lama-kelamaan dia melihat bisnis ikan tersebut untungnya lumayan besar. Maka dia pun berpikir untuk memanfaatkan peluang itu.

Amran yang kini sudah memiliki 3 anak tersebut memang terbiasa bekerja keras. Sejak 1993 dia merantau ke Medan, perlahan-lahan mulai merintis usaha ikan tersebut di kawasan Perumnas Simalingkar. ”Modal awal saya waktu itu sekira Rp 500 ribu. Setiap pagi saya ke pasar, mengambil beberapa kilo ikan, dan menjualnya keliling tidak jauh dari tempat tinggal kontrakan dengan menggunakan sepeda motor. Hasilnya pun cukup lumayan,” kata Amran di tempat usahanya Jalan Karet Raya, Kecamatan Medan Tuntungan, Perumnas Simalingkar, akhir pekan lalu.

Wirausaha Sukses Bidang Perikanan

Amran mengungkapkan berbisnis ini memang tidak segampang membalikkan telapak tangan. Dia pernah mengalami penjualan yang menurun, di mana modal untuk membeli ikan pun tidak cukup hingga akhirnya ia putuskan untuk berhenti berjualan. “Sejak 1997 saya mulai berhenti berjualan ikan, saya kembali ke kampung halaman. Di sana saya berusaha untuk meminjam uang kepada keluarga dan akhirnya mereka mau membantu saya,” ujar mantan mahasiswa Politeknik USU Medan ini.
Sebelum kembali ke Medan, lanjut Amran, dia bernegosiasi kepada petani ikan di Haranggaol. Para petani bersedia memasok berbagai macam jenis ikan sebanyak 1 ton per hari. Maka pada tahun 1999, Amran kembali mencoba untuk memulai usaha ini lagi. Dia fokus ke usaha pengepulan dengan menampung hasil budidaya dari petani di mana perputaran omzet lebih cepat dan pengelolaan lebih mudah. Menurutnya, masyarakat di Medan memerlukan pasokan banyak ikan.

Wirausahawan Sukses Bidang PerikananSaat kembali ke Medan, Amran pun menyewa rumah di sekitar Simalingkar untuk bisnis ikan tersebut. Lalu satu persatu para pedagang ikan mulai berdatangan ke tempat penjualannya. Saat itu,lanjut Amran, ia hanya menjual 300 kg ikan, tapi karena permintaan semakin meningkat, akhirnya ia menambah pasokan ikan. Semula Amran juga hanya menjual ikan emas saja. Jeli melihat permintaan pasar, akhirnya dia menambahnya dengan jenis ikan nila. “Dari situlah bisnis penjual ikan ini mulai berkembang hingga sekarang,” ujarnya lagi.

Saat ini Amran sudah memiliki toko penjual ikan bernama Mea Hasea sejak 2011 lalu. Nama toko itu diambil dari nama ketiga anaknya. Saat itu,kata Amran, keuntungan yang didapat bisa mencapai 100 persen sebab belum banyak pengusaha ikan yang menjadi pesaingnya. ”Makanya saya bisa ambil rumah ini sekalian membuka usaha untuk menjual ikan,” ujarnya didampingi sang istri Natali Zeminar Damanik.

Sang isteri, Natali Zeminar Damanik mengungkapkan Amran merupakan sosok yang selalu optimis. “Kami selalu meyakinkan akan buah dari kerja keras dan ketekunan,” ujar mahasiswa S-2 di Politeknik Medan ini. Saat ditanya tentang omzet, Amran menyebutkan, “yang penting bisa membayar 6 orang karyawan saya dan biaya distribusi Haranggaol- Medan dan sebaliknya.”

Amran juga telah berpikir untuk melakukan budidaya ikan untuk menjaga pasokan. “Saat ini saya sudah bikin 6 petak kolam untuk membudidayakan ikan di kampung, jadi kalau stok kurang saya bisa ambil dari sana, kebetulan memang banyak budidaya ikan di sana,” ujarnya.

Wirausahawan Sukses Amran Saragih

Kini, katanya, dia bisa menjual ikan hingga 700 kg dalam sehari. “Dari pukul 04 : 00 hingga pukul 07 : 00 pelanggan sudah datang untuk mengambil ikan. Mereka rata-rata para pedagang di Pasar Simalingkar dan pasar lainnya,” jelasnya. Amran mengungkapkan pula bahwa dia sudah tidak menjual ikan secara eceran lagi, karena menurutnya akan rugi mengingat ongkos kirim yang harus ditanggung. Dia memberlakukan minimal pembelian dengan sistem pembayaran secara cash, sedangkan pemesanan bisa dilakukan via telepon atau SMS.
Previous Post
Next Post

4 comments:

  1. wah sebuah inspirasi bisnis yang luar biasa. sukses memang tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi juga bukan sesulit membuat sebuah robot.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.... ada kunjungan dr mas danis...
      ini blog msh anget >.<

      msh acak2an hehehe...

      Delete
  2. Sip infonya. Salam sukses bos, tetap semangat

    ReplyDelete

- Pengunjung yang hebat pasti meninggalkan komentar
- Komentar IKLAN / LINK AKTIV tidak akan di Publish
- Komentar mengandung unsur SARA tidak akan di Publish
- Komentarlah dengan bijak sesuai topik artikel
- Komentar anda menjadi undangan bagi saya