Monday, June 1, 2015

Kemana Perginya Mainanku ?

Mainan dan permainan di era 80-an - Jaman sudah semakin maju dan semuanya sudah berubah. Mulai dari gaya hidup, permainan, bisnis, politik dan masih banyak lagi perubahan-perubahan yang terjadi. Jika anda pernah merasakan sensasi di era 80-an atau bahkan sebelumnya, pasti bisa merasakan perubahan-perubahan yang terjadi. Misalnya angkutan umum, masa kecil saya angkutan umum masih berupa dokar dan satu bis yang punya moncong (bis unto, jawa).

Apalagi sekarang teknologi juga semakin canggih, waktu saya kecil belum ada yang namanya handphone atau tablet. Tapi sekarang barang-barang tersebut sudah menjamur dan menjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakat. Mungkin ada benarnya kutipan ini "lebih enak masa kecil di tahun 80an dibanding sekarang". Saya menulis artikel ini tidak punya tujuan apa-apa, hanya sebagai informasi dan mengenang kembali indahnya waktu saya kecil dulu. 

Anak-anak jaman sekarang hampir tidak pernah tahu permainan-permaian atau mainan di era 80-an. Sangat sederhana, tapi mempunyai kesan tersendiri. Jika kita lihat anak-anak sekarang mulai dari TK sudah kenal yang namanya gadget dan sangat berbeda dengan waktu saya TK dulu.

Pada kesempatan ini saya akan menulis beberapa mainan dan permainan yang pernah saya lakukan pada waktu kecil. Dan mungkin namanya juga akan terasa aneh ditelinga anak-anak jaman sekarang. Bagi yang sudah pernah mengalami dan merasakannya, semoga artikel ini bisa mengingatkan kembali indahnya masa kecil kita.
permainan dan mainan di era 80-an

Permainan Dan Mainan Tahun 80-an

- Betengan / Bentengan
Kita membentuk 2 tim dan masing-masing tim berusaha mempertahankan tiang (beteng). Jika ada salah satu anggota tim A tersentuh duluan oleh anggota tim B atau sebaliknya, dia akan menjadi tawanan dari tim yang berhasil menyentuh duluan. Jika tiang (beteng) tim A bisa disentuh oleh salah satu anggota tim B dan yang menyentuh tidak kena sentuh oleh anggota tim A, maka tim B mendapatkan skor 1 dan anggota dari masing-masing tim yang menjadi tawanan kembali ke tim masing-masing.
- Dempo
Mungkin ini hanya dikenal oleh anak-anak yang tinggal di dekat sungai. Karena permainan ini terbuat dari pasir kering yang ada di tepi sungai.
Cara membuatnya sebagai berikut : Ambil pasir dengan kedua tangan ditengadahkan. Lalu celupkan tangan yang berisi pasir ke dalam air sungai. Kemudian bentuk pasir yang sudah basah itu menjadi sebuah bola. Dan taburi dengan pasir kering sambil diputar-putar menggunakan kedua tangan sampai mengeras.
Cara mainnya : gali pasir sampai membentuk sebuah tanjakan, lalu dempo salah satu anak diletakkan di bawah, dan dempo salah satu anak di gelindingkan dari atas. Ini dilakukan bergantian sejumlah anak yang ikut serta dalam permainan. Dan yang menang adalah yang demponya masih utuh sampai permainan selesai.
- Mobil-mobilan dari kulit jeruk
Tidak setiap hari bisa membuat mainan ini, karena tidak setiap hari pula kami membeli jeruk bali. Satu buah jeruk bali bisa untuk membuat dua buah mobil-mobilan dengan ukuran sedang. Dan biasanya saya dulu main mobil-mobilan ini di tengah pasar atau di kebun belakang rumah bersama anak-anak yang lain.
- Kuda-kudaan dari pelepah pisang
Biasanya permainan ini dilakukan untuk kejar-kejaran layaknya seorang pendekar yang naik kuda. 
- Umbul
Yaitu permainan menggunakan kartu gambar. Dulu di pasar banyak yang jual kartu gambar ini. Satu lembar terdapat 36 kartu dan kita potong sendiri untuk di adu. Biasanya kartu gambar ini isinya cerita seperti superman, batman dan lain-lain dan ada nomornya dari 1 - 36. 
Cara mainnya : dilakukan 2 anak, masing-masing anak menyerahkan 1 kartu dan ditumpuk jadi satu kemudian di lempar ke atas. Jika jatuh ke tanah kedua kartu dalam keadaan terbuka semua (bagian yang ada gambarnya diatas) maka permainan dinyatakan draw. Jika pas jatuh ke tanah salah satu kartu ada yang tertutup (bagian belakang kartu diatas) maka dia dinyatakan kalah dan kartu yang diadu tadi menjadi milik pemenang.
- Gantolan
Tidak semua anak pada era 80 an pernah memainkan ini. Karena permainan ini alatnya dari gagang daun pohon trembesi yang sudah rontok. Bentuknya seperi ? (tanda tanya) tapi gagangnya panjang. 
Cara mainnya : dua anak saling beradu gagang tersebut, siapa yang ujungnya patah itu yang kalah.
- Telepon kaleng
Biasanya saya menggunakan bekas kaleng susu dan maksimal harus dilakukan 2 anak. Kaleng susu dilubangi sampai habis bagian atasnya dan pada bagian bawah dilubangi sebesar benang kasur. Lalu benang kasur dimasukkan kedalam lubang tadi dan di ikat dengan sebuah lidi kecil. Ujung yang satunya juga dibuat sama. Dan kita bisa bisa mulai berkomunikasi lewat kaleng tersebut.

Dari beberapa daftar diatas saya yakin diantara anda ada yang sudah pernah mencobanya. Coba kita bandingkan dengan permainan di era teknologi sekarang ini. Sangat jauh berbeda. Sesuai dengan judul artikel ini, kemana perginya mainan dan permainan tersebut diatas ? Jika anda punya tambahan permainan yang belum ada dalam daftar diatas, silahkan menulisnya pada kolom komentar jika berkenan.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

- Pengunjung yang hebat pasti meninggalkan komentar
- Komentar IKLAN / LINK AKTIV tidak akan di Publish
- Komentar mengandung unsur SARA tidak akan di Publish
- Komentarlah dengan bijak sesuai topik artikel
- Komentar anda menjadi undangan bagi saya