Wednesday, December 16, 2015

PLN 123 Efisienkah ?

PLN 123 Efisienkah ?Salam sejahtera sobat laresawoo. Siapa yang tak kenal PLN 123, saya yakin hampir semua orang mengenalnya. Karena 123 adalah layanan online dari PLN (Perusahaan Listrik Negara). Tapi apakah nomor telepon 123 tersebut efisien buat pelanggan yang ada di daerah terpencil seperti saya ? Saya pribadi menjawabnya TIDAK SAMA SEKALI ! Kenapa saya bisa bilang tidak efisien ? Karena prosedur pelaporan menurut saya sangat berbelit-belit, iya kalau masalah yang kita alami tersebut masalah biasa (pasang baru, tambah daya dan lain-lain) jika masalah yang kita laporkan tersebut menyangkut kebakaran misalnya. Apa gak keburu ludes habis terbakar menunggu tindakan dari pihak PLN.

Saya kira di setiap kota pasti ada rayon dari gardu induk PLN. Seperti di daerah saya Ponorogo, wilayah saya masuk dalam rayon Balong yang harus meng-cover kurang lebih 50 kilometer persegi (maaf kalau salah). Dan disetiap rayon saya yakin punya telepon yang bisa dihubungi, entah itu untuk kepentingan internal maupun untuk kepentingan umum seperti pengaduan dan lain sebagainya. Dan sekarang pemerintah memberlakukan telepon 123 untuk melayani masalah dan keluhan-keluhan yang terjadi di masyarakat. 

Call Center PLN 123

Sebelum diberlakukannya call center PLN 123, saya mudah untuk memberikan informasi langsung ke rayon yang bersangkutan. Tapi setelah adanya PLN 123, sekarang sangat susah untuk menghubungi rayon terdekat. Apalagi jika sudah lepas jam kerja, mending mencari hantu dari pada telepon ke Rayon PLN daerah saya. 

Entah itu musim penghujan atau kemarau, hampir 5 tahun saya tinggal belum pernah yang namanya tidak mati lampu dalam sebulan. Ada saja alasan yang mereka berikan, pohon tumbang lah, layangan lah, percobaan daya lah (listrik untuk masyarakat masak buat coba-coba). Pernah terjadi ada kerusakan di 2 titik yang jaraknya berseberangan, masalah seperti itu saja harus bergiliran benerinnya. Katanya tim lapangan ada banyak, tapi ada kerusakan 2 titik saja pakai acara giliran. What the Fvck ?!

Suatu ketika saking jengkelnya dengan pelayanan listrik yang ada di daerah saya, saya mencoba menulis e-mail kepada Humas PLN Jawa Timur yang isinya tentang pelayanan yang diberikan oleh PLN di daerah saya. Akhirnya dari pihak Rayon PLN Balong dan dari pihak Gardu Induk Ponorogo mendatangi rumah saya dengan tujuan mengklarifikasi e-mail tersebut. Saya pun mengatakan yang sebenarnya terjadi di daerah saya. Semenjak itu yang namanya mati lampu mulai jarang terjadi. Kejadian ini sebelum ada PLN 123.


Dan saya mendengar kabar bahwa ada beberapa jalur tertentu yang punya prioritas khusus untuk pelayanan listrik. Bukankah kita semua sama, sama-sama pelanggan PLN, sama-sama membayar juga. Apakah jalur khusus tersebut membayar lebih mahal jadi diberikan prioritas khusus ? Kalau memang benar begitu berarti sudah ada kesenjangan sosial dong diantara sesama pelanggan.

Suatu ketika terjadi mati lampu lagi di daerah saya, dan saya mencoba menghubungi rayon setempat sama sekali tidak ada yang angkat telepon. Dengan berat hati sayapun menghubungi call center 123 meskipun harus menghabiskan pulsa, tapi jawaban yang saya terima sama sekali tidak memuaskan. Mulai dari menanyakan ID pelanggan, okelah saya paham maksudnya. Kemudian menanyakan rt/rw desa, kecamatan, kabupaten dan lain-lain. Langsung saja saya punya pikiran bahwa call center ini tidak paham daerah saya.

Kemudian saya tanyakan tentang nomer telepon Rayon PLN Balong yang tidak bisa dihubungi, call center bilang memang semua keluhan dan pengaduan harus lewat call center dahulu kemudian dari call center baru diteruskan kepada pihak yang terkait menggunakan sistem online. Ini membuat saya merasa ada yang aneh. Sistem online ? jika memang benar prosedurnya seperti itu, berarti di kantor Rayon daerah saya ada yang nunggu dong ? kalau memang ada yang nunggu kenapa ada telepon masuk tidak ada yang ngangkat ? atau mungkin nunggunya di luar kantor ya......

Mulai dari situ saya merasakan tidak efisiennya call center 123 ini. Sebab dari pada saya telepon ke 123 yang ujung-ujungnya juga disampaikan ke Rayon PLN daerah saya, apa tidak lebih efisien saya langsung telepon sendiri ke Rayon tersebut yang jelas-jelas sedikit banyak sudah paham coverage area nya ? Ini yang saya maksud tidak efisien.

Satu lagi, pernah suatu waktu saya telepon lagi ke call center 123 PLN menanyakan tentang masalah mati lampu di daerah saya. Jawaban mereka belum ada laporan dari pihak terkait karena saya bilang kalau mati lampu baru saja terjadi. OK, saya memaklumi akan hal itu. Kemudian beberapa minggu setelah itu terjadi lagi mati lampu di daerah saya, dan saya sengaja tidak langsung menghubungi call center dengan harapan nanti setelah saya telepon ada jawaban yang memuaskan dari pihak call center. Kira-kira 1 jam lampu belum menyala, akhirnya saya telepon call center 123 untuk menanyakan masalah yang terjadi. Tapi apa jawaban dari mereka ? "Maaf, pihak kami belum menerima konfirmasi dari rayon terkait tentang masalah mati lampu tersebut". Geli rasanya mendengar jawaban tersebut. Kemaren alasannya baru saja mati lampu, tapi ini sudah saya beri waktu 1 jam tetapi sama saja jawabannya. 

Oh iya hampir lupa, sebelum saya menutup curhatan ini ada satu hal lagi yang membuat saya semakin bingung. Kejadian ini kira-kira 2 tahun yang lalu. Waktu itu musim penghujan dan terjadi mati lampu di daerah saya. Kebetulan saya menghubungi Rayon setempat bisa nyambung, niatnya sih mau marah-marah. Ha-ha-ha-ha
Tapi akhirnya tidak jadi, karena dari pihak Rayon menjawabnya dengan sopan. Dia memberikan informasi bahwa ada pohon tumbang yang menimpa salah satu tiang listrik dan menyebabkan matinya aliran listrik di jalur tersebut. Lalu saya tanya tentang tim kontroler yang biasanya di kota-kota selalu memantau ketinggian pohon. Dia jawab, untuk saat ini Rayon Balong tidak punya tim tersebut mas, dan ini juga sudah minta bantuan ke pusat tapi belum ada respon sampai sekarang. Hah ?! masak untuk kepentingan umum dan berbahaya lagi pakai acara ditunda-tunda segala. Kemudian dia meminta maaf atas pelayanan mereka yang kurang memuaskan. Saya salut dengan mas yang satu ini, dia berani berterus terang tentang keadaan internal mereka yang sebenarnya.

Kayaknya sudah panjang deh curhatan ini, jika ada yang setuju yang silahkan kalaupun ada yang tidak setuju ya monggo. Ini cuma sekedar corat-coret yang memang benar-benar terjadi di daerah saya. Bagi pihak-pihak yang terkait, mbok ya tolong pelayanannya di tingkatkan lagi. Apa kalau daerah terpencil seperti desa saya ini pelayanannya berbeda dengan daerah perkotaan. Kita sama-sama pelanggan dan sama-sama membayar, sedangkan telat bayar sehari saja sudah kena denda. Dan kitapun gak banyak ngomong akan membayar denda tersebut karena memang melanggar aturan. Sekali lagi tolong perbaiki layanan yang anda berikan kepada masyarakat dan apa yang saya tulis ini berdasarkan pengalaman pribadi saya. Salam. Laresawoo.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

- Pengunjung yang hebat pasti meninggalkan komentar
- Komentar IKLAN / LINK AKTIV tidak akan di Publish
- Komentar mengandung unsur SARA tidak akan di Publish
- Komentarlah dengan bijak sesuai topik artikel
- Komentar anda menjadi undangan bagi saya