Monday, March 23, 2015

Tempe Kepleh

Tempe Kepleh - Malam ini terasa sangat dingin, ya emang hujan disini ha ha ha .. . . Ditambah PLN tak mau di ajak kompromi, hampir tiap hari tuh listrik modar .. . . . . . mau bikin kopi gas elpiji habis, mau pake dispenser udah keburu dingin gara-gara listrik mati. Mau pake tungku api (baca : pawon - JAWA) kayu basah karena hujan .. . .  bener-bener situasi dan kondisi diluar kendali.

Akhirnya dengan main gelap-gelapan aku keluar rumah, tengok kanan kiri (kek mo nyebrang aja). Ternyata masih ada tiga pedagang yang buka, nasi tahu - nasi goreng - angkringan. Setelah menunggu hujan sedikit reda, jalanlah aku pake motor bit ke arah angkringan. Berharap ada sesuatu yang aku cari disana, yaitu kopi .. . .  . . . 

Sampai disana, pembeli lumayan rame .. . . . . aku lihat dagangan kopinya bermacam-macam, tapi kopi yang aku cari sebijipun tak ada (dalam hati : mampus bakalan gak ngopi malam ini). Akhirnya si penjualnya pun datang dan akupun bertanya kopi buruanku, ternyata memang stok lagi habis. Punah sudah harapanku, kemudian aku lihat di atas wajan bertumpuk tahu isi masih dalam proses penggorengan. Tapi tak ada rasa untuk membeli gorengan tahu isi, lalu aku tanya "tempe kepleh" kepada si penjual. Dia jawab masih nunggu tahu isi ini matang baru tempenya digoreng.
Nah, mungkin kalian bingung dengan istilah "tempe kepleh". Meskipun dibeberapa daerah pasti sudah paham akan hal itu. Tempe sendiri ada banyak macamnya, mulai tempe kripik, tempe sayur, tempe gembus, tempe empuk dan tempe kepleh. Apa sih tempe kepleh itu ?

Tempe Kepleh

Dia adalah tempe tipis yang pembuatannya di bungkus dengan daun pisang lalu luarnya dibungkus lagi dengan kertas bekas atau koran. Istilah tempe kepleh sendiri dari analisaku berasal dari tempe goreng setengah matang. Jadi, tempe di celupkan ke adonan lalu di masukkan ke dalam penggorengan selama 1 - 2 menit kemudian di angkat. Jadilah itu tempe kepleh, karena meskipun tempe itu sudah dingin dia gak bakalan bisa kaku seperti tempe goreng biasanya.

Dan anehnya, di daerahku itu yang namanya gorengan tempe pasti cepet ludes dari pada gorengan-gorengan lainnya. 
Akhirnya aku nunggu tempe kepleh selesai di goreng, lalu beli beberapa biji buat teman di malam dingin dan gelap ini. Selamat menikmati coretan tanganku, he-he-he-he ....... Baca juga : Pengertian KKN
Previous Post
Next Post

0 komentar:

- Pengunjung yang hebat pasti meninggalkan komentar
- Komentar IKLAN / LINK AKTIV tidak akan di Publish
- Komentar mengandung unsur SARA tidak akan di Publish
- Komentarlah dengan bijak sesuai topik artikel
- Komentar anda menjadi undangan bagi saya