Friday, October 23, 2015

Fenomena Malam 1 Suro

Salam sejahtera sobat laresawoo, sebenarnya saya ingin menulis artikel ini sudah beberapa minggu yang lalu. Tapi berhubung masih ada banyak kesibukan di dunia nyata, terpaksa saya pending artikel ini dan baru sekarang bisa menulisnya. Seperti kata pepatah "lebih baik telat dari pada tidak sama sekali". Mungkin diluar sana sudah banyak yang membahas tentang bulan suro. Entah itu berisi tentang mistis, legenda, kejawen atau yang lainnya. Dan untuk artikel ini saya akan memberi label campur aduk. He-he-he-he ....

Bulan suro atau lebih tepatnya malam 1 suro menjadi malam yang sakral bagi beberapa kalangan tertentu. Begitu juga di kotaku tercinta Ponorogo, malam 1 suro sampai tanggal 1 suro bahkan 1 minggu sebelumnya sudah banyak kegiatan. Baik itu acara kesenian maupun upacara-upacara adat dan masih banyak lagi. Dan dibawah ini beberapa acara yang ada di kota ponorogo pada bulan suro.

Grebeg Suro Di Kota Reyog Ponorogo

Festival Reyog Nasional

Waktu saya masih duduk di bangku SMP, festival reyog pada acara tahunan grebeg suro di ponorogo masih belum masuk ke tingkat nasional melainkan masih festival reyog se-kabupaten ponorogo. Sedikit cerita pada masa itu, biasanya saya bersama beberapa teman menjelang malam 1 suro sekitar pukul 16.00 WIB mulai siap-siap untuk pergi menuju ke kota ponorogo untuk sekedar jalan-jalan melihat ramainya orang lalu lalang di aloon-aloon ponorogo. Menurut cerita lama, malam 1 suro tidak boleh tidur, jadi saya bersama teman-teman benar-benar tidak tidur sampai dini hari tanggal 1 suro. Pada waktu itu di aloon-alon ponorogo benar-benar penuh sesak dengan masyarakat yang memperingati malam 1 suro baik itu masyarakat lokal maupun yang datang dari luar kota.

Fenomena Malam 1 Suro Kemudian entah mulai tahun berapa, festival reyog tersebut berkembang tidak hanya se-kabupaten ponorogo. Melainkan sampai ke ajang internasional, namun hal ini tidak bertahan lama. Akhirnya sampai tahun ini festival reyog dalam rangka acara tahunan grebeg suro bertahan pada tingkat nasional saja. Festival reyog ini biasanya dimulai 7 hari sebelum tanggal 1 suro, kalau tahun ini acara grebeg suro jatuh pada tanggal 7 - 13 Oktober 2015. Mulai tanggal 7 sampai tanggal 12 grup reyog dari penjuru nusantara berlomba-lomba memberikan penampilan terbaik mereka. Sedangkan acara penutupan grebeg suro jatuh pada tanggal 13 Oktober 2015 dan penyerahan hadiah kepada pemenang festival reyog tahun ini.

Untuk festival reyog ke XXII dalam acara grebeg suro tahun 2015, juara pertama jatuh pada Grup Reyog nomor 38 dari Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Sedangkan untuk jura kedua jatuh pada Grup Reyog nomor 28 dari UNIBRA Malang, Jawa Timur. Dan menduduki juara ketiga jatuh pada Grup Reyog nomor 26 Songo Manggala Muda SMKN 2 Kabupaten Wonogiri, Jawa Timur. Sedangkan Penata Iringan terbaik jatuh pada Grup Reyog nomor 26 Songo Manggala Muda SMKN 2 Kabupaten Wonogiri, Jawa Timur. Penata Tari terbaik jatuh pada Grup Reyog nomor 28 dari UNIBRA Malang, Jawa Timur. Penata Busana terbaik jatuh pada Grup Reyog nomor 38 dari Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Tidak hanya festival reyog saja yang menjadi agenda acara pada tanggal 7 - 13 Oktober 2015. Pada tanggal 13 Oktober siang menjelang sore, ada acara kirab pusaka dan pawei pembangunan. Buat sobat blogger yang ingin menyaksikan rangkaian acara grebeg suro di kota ponorogo, silahkan datang pada tahun depan.

Larung Sesaji Di Telaga Ngebel

Perayaan grebeg suro untuk setiap tahun di Telaga Ngebel diadakan Larung Sesaji sebagai puncak acara perayaan grebeg suro di kabupaten ponorogo. Larung sesaji ini diadakan tepat pada tanggal 1 suro, untuk tahun ini jatuh pada tanggal 14 Oktober 2015. Masyarakat dari berbagai daerah tampak memadati area telaga untuk menyaksikan acara larungan ini. Sebelum acara dimulai, sesaji terlebih dulu di arak keliling telaga. Tidak hanya itu, beberapa tarian juga disuguhkan dalam acara ini.

Penjamasan Pusaka "Ngumbah Gaman"

Mungkin ritual ini tidak hanya ada di ponorogo saja, melainkan hampir seluruh masyarakat jawa melakukan ritual ini. Ada ritual-ritual khusus yang harus dilakukan sebelum penjamasan atau mencuci pusaka seperti, puasa, pati geni, menyiapkan tumpeng, menyan dan lain sebagainya. Namun di beberapa daerah, ritual penjamasan hanya sekedar mencuci pusaka saja. Tidak ada puasa atau pati geni dan sebagainya. Masyarakat jawa percaya bahwa penjamasan akan mempertahankan kesaktian pusaka tersebut.

Sebenarnya masih ada satu lagi acara pada bulan suro ini, tapi saya enggan untuk menulisnya. Karena sangat sensitif sekali acara ini bagi mereka yang merayakannya. Mungkin buat para "anggota" sudah paham apa yang saya maksud.

Sampai disini dulu corat-coret saya mengenai bulan suro, semoga informasi diatas bisa bermanfaat buat kita semua dan menambah wawasan tentang berbagai acara yang diadakan di berbagai daerah untuk memperingati malam 1 suro. Buat sobat blogger yang ingin membaca artikel mengenai bulan suro dengan tema yang berbeda silahkan berkunjung ke Benarkah Bulan Suro Bulan Keramat ?.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

- Pengunjung yang hebat pasti meninggalkan komentar
- Komentar IKLAN / LINK AKTIV tidak akan di Publish
- Komentar mengandung unsur SARA tidak akan di Publish
- Komentarlah dengan bijak sesuai topik artikel
- Komentar anda menjadi undangan bagi saya